Selasa, 11 Desember 2012

Bendera Itu Masih ada di Bulan


Luar Biasa! Ungkapan itu spontan terucap setelah citra-citra satelit LRO dalam resolusi yang tak pernah didapatkan sebelumnya secara gemilang berhasil menguak salah satu teka-teki besar dalam saga pendaratan manusia di Bulan: nasib bendera yang ditancapkan di tanah Bulan. Sepanjang misi pendaratan manusia di Bulan yang telah berlangsung hingga enam kali dalam kurun waktu 1969 hingga 1972 dalam bentuk misi Apollo 11 hingga Apollo 17, kecuali Apollo 13 yang mengalami ledakan tanki Oksigen pada modul komandonya sehingga pendaratan di Bulan terpaksa dibatalkan, terdapat enam bendera pula yang telah ditancapkan di setiap titik pendaratan. Seluruhnya adalah bendera AS.
1343797229673248727
Gambar 1 Bendera AS pada pendaratan manusia di Bulan, dalam misi Apollo 15 (kiri) dan Apollo 17 (kanan). Sumber : NASA, 1971 & 1972.
Bendera menjadi salah satu topik panas dalam diskursus pendaratan manusia di Bulan. Kaum skeptis menyuguhkan bendera “berkibar” (padahal sejatinya berupa bendera terentang statis) sebagai salah satu alasan menolak adanya pendaratan manusia di Bulan dan menganggapnya hanyalah omong kosong dan tipu-tipu model Perang Dingin. Sebaliknya kaum optimis menganggap bendera tersebut tinggal tiangnya saja tanpa kain. Sebab dengan bahan dasar nilon, sulit untuk membayangkan bagaimana kain bendera bisa bertahan dalam lingkungan Bulan yang keras. Selama empat dekade terakhir, kain bendera berada dalam kondisi hampa udara dengan paparan panas ekstrim setinggi 100 derajat Celcius di siang Bulan (sepanjang 14 hari Bumi) dan kemudian disusul paparan dingin amat membekukan (serendah minus 180 derajat Celcius) di malam Bulan (sepanjang 14 hari Bumi juga) disertai paparan sinar ultraungu Matahari yang berlebih, sinar kosmik dari Matahari dan dari seantero penjuru serta mikrometeorit. Dengan lingkungan sedemikian keras, tak heran banyak yang meramalkan kain bendera di Bulan telah terkelantang, terdegradasi, robek-robek, atau malah terdesintegrasi demikian rupa sehingga hancur menjadi debu.
1343797386602522192
Gambar 2 Bendera yang dibawa dalam misi pendaratan manusia di Bulan dalam kondisi terlipat dua sebelum dipasang. Di sebelah atas adalah bagian atas tiang bendera dengan penyiku-atas yang terlipat dan sudah terpasangi bendera. Sementara di sebelah bawah adalah bagian bawah tiang bendera yang hendak ditancapkan ke tanah Bulan dengan dua takik penanda yang menunjukkan batas seberapa jauh bagian ini bisa masuk ke tanah Bulan. Di sebelah kanan adalah engsel pengunci untuk penyiku-atas, sementara di sebelah kiri adalah kunci penyambung untuk bagian atas dan bawah tiang bendera. Sumber : NASA, 1969.
Benarkah demikian?
Peluncuran satelit penyelidik Bulan LRO (Lunar Reconaissance Orbiter) pada 18 Juni 2009 menawarkan kesempatan untuk menganalisis bagaimana nasib bendera-bendera yang ditancapkan di permukaan Bulan secara tidak langsung. Satelit yang ditujukan untuk memetakan topografi global Bulan, mengkarakterisasi radiasi antariksa di orbit Bulan dan menyelidiki kawasan kutub-kutub Bulan guna mencari kemungkinan eksistensi air di Bulan membawa kamera beresolusi sangat tinggi yang mampu mengidentifikasi benda hingga seukuran 0,5 meter di Bulan berkat ketinggian orbitnya (yang hanya 50 km dari permukaan Bulan) dan sifat orbitnya (orbit polar/kutub). Kemampuan tersebut membuat satelit LRO untuk pertama kalinya mampu mengidentifikasi jejak-jejak yang ditinggalkan dalam empat dekade silam pada program pendaratan manusia di Bulan. Jejak tersebut meliputi sisa modul Bulan, perangkat penyelidikan ilmiah, tapak-tapak kaki astronot dan alur-alur roda kendaraan penjelajah Bulan.
1343797533500639352
Gambar 3 Sekuens lima citra lokasi pendaratan Apollo 12 dan bayangan kain benderanya, masing-masing diambil dalam pencahayaan berbeda. Dari atas ke bawah adalah saat tinggi Matahari 8 derajat di atas horizon timur, 32 derajat di atas horizon timur, 59 derajat di atas horizon barat, 9 derajat di atas horizon barat dan 6 derajat di atas horizon barat. Sumber : NASA, 2012.
Bendera Bulan sebenarnya tidak menjadi target penyelidikan LRO, karena dengan diameter tiang bendera hanya 2 cm, amat sulit untuk mengidentifikasinya dalam citra LRO. Satu-satunya cara memungkinkan hanyalah mendeteksi bayang-bayang kain bendera di bawah terik sinar Matahari. Dengan kain bendera seukuran 1,5 meter x 1 meter untuk Apollo 11 hingga 15, maka bayang-bayang kain bendera dapat dideteksi kamera satelit LRO. Dengan mengambil sejumlah citra dalam berbagai kondisi pencahayaan Matahari, misalnya sejak setelah terbit, berketinggian rendah di langit timur Bulan, berketinggian rendah di langit barat Bulan hingga jelang terbenam, maka bagaimana dinamika bayangan bendera mengikutinya bisa ditelaah sehingga lokasi bendera bisa dipastikan. Tentu saja dengan catatan jika kain bendera itu masih ada.
Selain itu perlu diperhatikan pula catatan Edwin Aldrin, astronot Apollo 11. Dalam bukunya Return to Earth setebal 239 halaman, Aldrin menuturkan bendera yang ditegakkannya bersama Neil Armstrong di Mare Transquilitatis, dengan tiang bendera sepanjang 2,7 meter dengan 0,6 meter diantaranya ditancapkan ke tanah Bulan, telah ambruk akibat posisinya terlalu dekat dengan modul Bulan. Sehingga tatkala modul dinyalakan kembali (untuk pulang ke Bumi), semburan gasbuang yang amat kuat menyebabkan kain bendera beserta tiangnya ambruk ke tanah. Citra satelit LRO memang mengonfirmasi catatan Aldrin.
Sehingga hanya tersisa lima titik saja dimana bendera kemungkinan masih tersisa. Dari kelima titik tersebut, LRO secara gemilang mampu mengidentifikasi bendera (tepatnya bayang-bayang bendera) di tiga titik, yakni di lokasi pendaratan Apollo 12, Apollo 16 dan Apollo 17.
Pada lokasi pendaratan Apollo 12, bendera ditancapkan dengan mekanisme engsel pengunci pada penyiku-atas mengalami kerusakan, sehingga kain bendera menjadi terkulai, tidak terentang sebagaimana halnya bendera pada titik pendaratan Apollo 11. Meski demikian bayangan kain bendera di tanah Bulan tercetak jelas. Berdasarkan citra dari astronot Apollo 12, pada saat tinggi Matahari 10 derajat di atas horizon timur, bayangan kain bendera merentang sejauh 2,8 meter hingga 12 meter dari dasar tiang bendera. Dengan tanah Bulan di lokasi pendaratan cenderung datar, bayangan kain bendera di lokasi pendaratan Apollo 12 cukup jelas terlihat dalam citra LRO. Pada saat Matahari baru saja terbit (tinggi Matahari hanya 8 derajat di atas horizon timur), bayangan kain bendera merentang hingga sepanjang 15 meter ke arah barat. Demikian halnya pada saat Matahari mendekati terbenam (tinggi Matahari 6 derajat di atas horizon barat), bayangan kain bendera merentang hingga 20 meter, kali ini ke arah timur.
Sementara pada lokasi pendaratan Apollo 16, mekanisme engsel pengunci bekerja baik sehingga kain bendera dapat terentang seperti seharusnya. Namun akibat terpasang terlalu dekat dengan modul Bulan, semburan gasbuang saat modul dinyalakan kembali menyebabkan tiang bendera miring hingga 30 derajat. Sehingga, bayang-bayang kain bendera yang dihasilkannya tidak sepanjang bayang-bayang kain bendera di lokasi pendaratan Apollo 12. Meski demikian satelit LRO mampu mengidentifikasinya dengan baik.
1343797635453374169
Gambar 5 Sekuens tujuh citra lokasi pendaratan Apollo 16 dan bayangan kain benderanya, masing-masing diambil dalam pencahayaan berbeda. Dari atas ke bawah adalah saat tinggi Matahari 8 derajat di atas horizon timur, 10 derajat di atas horizon timur, 43 derajat di atas horizon timur, 69 derajat di atas horizon timur, 61 derajat di atas horizon barat, 7 derajat di atas horizon barat dan 2 derajat di atas horizon barat. Sumber : NASA, 2012.
Hal serupa juga terjadi pada lokasi pendaratan Apollo 17. Ukuran kain benderanya 20 % lebih besar dibanding yang lain dengan tiang bendera terpancang lebih dalam, sehingga mampu bertahan tanpa tergeser/miring ketika terkena semburan gasbuang modul Bulan saat dinyalakan kembali. Ini membuat satelit LRO mampu mengidentifikasi bayangan kain benderanya dengan baik.
Bagaimana dengan nasib bendera pada lokasi pendaratan Apollo 14 dan Apollo 15? Foto-foto dari astronot Apollo 14 mengindikasikan bendera masih terpasang di tempat ditancapkannya pada kondisi terentang pada saat modul Bulan dinyalakan kembali. Pun demikian halnya di lokasi pendaratan Apollo 15. Namun satelit LRO tidak bisa mengidentifikasi bayang-bayang kain bendera di kedua lokasi pendaratan tersebut. Apa penyebabnya masih belum jelas, meski dugaan bendera telah mengalami degradasi hingga lepas dari tiangnya atau karena kondisi pencahayaan Matahari yang kurang mendukung saat LRO mengambil citra.

Benarkah Manusia Singgah di Bulan: Mengenang Neil Armstrong


Minggu dini hari WIB, 26 Agustus 2012, Neil Armstrong, yang merupakan astronot legendaris Amerika, meninggal dunia di usia 82 tahun karena penyakit jantung. (Tempo.com, 26/08/2012). Neil Armstrong yang dilahirkan di Wapakoneta, Ohio, 5 Agustus 1930, adalah manusia pertama yang mendarat di bulan. Armstrong yang pertama kali bergabung dengan NASA pada 1955 sebagai pilot uji coba, menjadi buah bibir di seluruh dunia pada 20 Juli 1969, waktu di mana Armstrong menjejakkan kakinya di bulan dengan pesawat Apollo 11.
Penapakan kaki Armstrong di bulan sangat berarti banyak. Seperti yang pernah diungkapnya, “Satu langkah kecil bagi seorang lelaki, satu langkah raksasa bagi manusia,” jejak kakinya menandakan era baru bagi peradaban manusia di luar angkasa. Sekaligus pertanda kemenangan AS atas Uni Soviet dalam Perang Dingin di luar angkasa, yang dimulai pada 4 Oktober 1957.
Meski demikian, tak sedikit orang yang meragukan cerita Armstrong. Mereka membangun satu teori yang menolak anggapan bahwa manusia pernah menjejakkan kakinya di bulan. Pengakuan Armstrong, bagi mereka, tak lebih bualan khas Amerika semata.
Berbagai pertanyaan diajukan oleh pendukung teori tersebut. Berbagai pertanyaan itu semakin gencar saat film “Capricorn One” diluncurkan oleh Warner Brothers pada 1978. Film tersebut menceritakan tentang suatu perjalanan ke Mars, yang didukung oleh “special Effect” luar biasa, sehingga sanggup meyakinkan penontonnya bahwa manusia telah mendarat di Mars.
Bagi mereka yang tak percaya adanya jejak kaki Armstrong di bulan, mengajukan pertanyaan terkait bendera Amerika, yang ditancapkan sesaat setelah Armstrong mendarat di bulan. Bagaimana, dalam foto, bendera tersebut nampak berkibar, padahal di luar angkasa tak ada angin.
Tak hanya itu, dari hasil forensik digital belakangan, diketahui bahwa foto-foto Armstrong adalah palsu. Alasan yang dikemukakan, sumber cahaya bulan hanya dari matahari. Sementara pada foto, ditemukan banyak bayangan tak lazim, dimana arah bayangan berbeda-beda. Kesimpulannya, lokasi pemotren “mirip bulan” itu melibatkan sejumlah “lighting” yang biasa ditemui di studio foto atau pada teknologi “visual effect” film-film Hollywood.
Belum lagi masalah teknologi jarak jauh dari bumi ke bulan yang belum dapat dilakukan pada tahun 1969. Jadi, tak mungkin terjadi komunikasi radio antara astronot di bulan dengan stasiun kontrol di bumi ketika itu.
Lalu, jika teori di atas dipandang benar, maka mengapa Amerika merekayasa pendaratan manusia di bulan?. Ada banyak teori mengenai ini, namun yang paling terkenal ialah Amerika ingin mengalahkan teknologi roket antariksa Uni Soviet yang sudah jauh lebih canggih saat itu. Pencitraan ini dipandang penting, karena pada masa itu masih merupakan era perang dingin blok Barat dengan Komunis. Masing-masing pihak akan berusaha menjadi yang terdepan untuk menarik perhatian dan simpati negara lain agar mau bergavung dengan blok mereka. Terlebih, saat itu, Uni Soviet, pada 1957, meluncurkan satelitnya yang fenomenal, yaitu Sputnik 1.
Agaknya, seiring dengan kabar wafatnya Armstrong, maka benar tidaknya teori konspirasi tersebut ikut terkubur bersama Armstrong. Kini Armstrong “telah mendarat”, persis seperti yang diberitakan oleh Buzz Aldrin saat menjejakkan kakinya di bulan bersama Armstrong, “Houston, Tranquility base here. The Eagle has landed.”
Selamat jalan Armstrong. Dunia tak akan melupakkan langkah kecil kakimu itu.

Neil Amstrong Wafat, Tinggalkan Misteri Pendaratan Manusia di Bulan

 

 
Modul luar angkasa dan manusia pertama mendarat di bulan.[Wired]

  Astronot Amerika Serikat Neil Amstrong hari Sabtu (25/8/2012) meninggal dunia pada usia 82 tahun, setelah mengalami komplikasi menyusul operasi bypass jantung yang dijalaninya.
Presiden AS Barack Obama menyebut Amstrong sebagai satu dari pahlawan Amerika paling besar, “yang mengantarkan manusia menuju pencapaian yang tidak akan pernah terlupakan.”
Gelar pahlawan besar itu, sepertinya tidak terlalu berarti bagi Neil Amstrong, yang setelah peristiwa bersejarah “pendaratan manusia pertama di bulan” tidak pernah mau diwawancarai ataupun menandatangani memorabilia terkait misi yang dijalaninya itu.
Amstrong beralasan, dia tidak ingin menjadi “kenangan hidup,”  lansir Euronews (26/8/2012).
Sebelum menjadi orang pertama yang mendarat di bulan bersama rekannya Buzz Aldrin dan Michael Collins, Amstrong berkarir di angkatan laut AS dalam Perang Korea dan menjadi pilot uji untuk militer AS.
Amstrong dikenal dengan kata-katanya saat mendarat di bulan, “One small step for man, one giant leap for mankind.”











Kontroversi
Di balik kesuksesan pendaratan manusia pertama di bulan dengan Apollo 11 itu, terdapat kejanggalan-kejanggalan yang membuat sebagian orang, termasuk warga Amerika sendiri, meragukan kebenaran pendaratan di bulan oleh 3 astronot Amerika tersebut.
Banyak orang yakin, klaim Amerika sebagai negara pertama yang berhasil mendaratkan manusia ke bulan merupakan bualan politik, untuk menandingi Rusia yang sebelumnya lebih dulu berhasil mengorbitkan pesawat luar angkasanya. Gedung Putih, yang ketika itu dipimpim Presiden Richard Nixon, bernafsu untuk mengungguli Rusia, musuhnya dalam Perang Dingin.
Bayangan dari obyek-obyek yang terekam dalam gambar dokumentasi pendaratan di bulan itu juga menimbulkan pertanyaan.
Dari arah jatuh bayangan dan intensitas cahaya sinar yang terlihat, menurut sejumlah pakar tidak mungkin gambar itu diambil dari permukaan bulan yang gelap gulita. Sejumlah kalangan yakin, gambar tersebut diambil di suatu tempat yang dirancang sedemikian rupa menyerupai permukaan bulan, dan pengambilan gambar mendapatkan bantuan cahaya lampu-lampu sorot. Modul ruang angkasa mungil yang dinaiki Amstrong dan Aldrin, sangat tidak mungkin mengangkut perlengkapan tata cahaya yang banyak dan membutuhkan energi listrik besar. Terlebih, bias cahaya itu sudah terlihat saat Amstrong turun pertama kali menjejakkan kakinya di bulan.
Di dekat modul ruang angkasa itu, terlihat pula jejak berupa garis, yang berbeda dengan keadaan tanah bulan di sekitarnya. Garis itu terlihat seperti bekas jejak kendaraan. Jika benar Amstrong adalah orang pertama yang mendarat di bulan, maka jejak garis itu tidak akan ada di sana sebelumnya.
Gerakan bendera Amerika Serikat yang ditancapkan juga menimbulkan kecurigaan tersendiri. Bendera itu terlihat bergerak seperti terkena tiupan angin, padahal di bulan hampa udara dan tidak ada gravitasi, yang menjadi salah satu faktor terbentuknya hembusan angin.
Salah satu foto terkenal tentang misi pendaratan manusia pertama di bulan adalah ketika Neil Amstrong terlihat sedang turun menjajaki tangga modul ruang angkasa yang diawakinya. Jika orang yang sedang turun itu adalah Amstrong, maka berarti orang yang mengambil gambar tersebut adalah Buzz Aldrin. Jika demikian kenyataannya, maka logikanya, orang pertama yang menjejakkan kakinya di bulan pada 20 Juli 1969 adalah Buzz Aldrin, bukan Neil Amstrong.
Ucapan Amstrong yang terkenal itu juga menimbulkan pertanyaan sederhana tetapi mendasar.
Secara gramatikal, ucapan“One small step for man”, kehilangan kata 'a' di antara kata 'for' dan 'man'. Sebagian orang percaya, jika kata-kata itu diucapkan secara spontan oleh Neil Amstrong, seorang warga Amerika yang sehari-hari berbahasa Inggris dan memiliki kecerdasan tinggi, maka kecil sekali kesalahan itu akan dilakukan. Kecuali, jika Amstrong diskenariokan untuk mengucapkan kalimat itu, namun karena terlupa narasi atau salah baca, maka ia melakukan kesalahan kecil tersebut.
Peristiwa “besar” dalam sejarah manusia itu pun tidak memiliki dokumentasi yang banyak setara dengan kehebatan prestasi yang dicetaknya, sebab sampai saat ini Amstrong, Aldrin dan Collins tidak banyak bicara tentang misi pendaratan pertama mereka di bulan.
Bukti palsu
Pemalsuan bukti ilmiah bukan hal yang tidak pernah dilakukan dalam dunia ilmu pengetahuan. Di bidang teori evolusi, beberapa kali para pakar memalsukan bukti fosil yang ditemukannya. Dua kasus yang terkenal adalah fosil burung dinosaurus dan tengkorak 'Piltdown Man'.
Tahun 1999, majalah terkemuka National Geographic memuat gambar tulang-belulang kerangka dinosaurus dari jenis unggas yang diklaim ditemukan para pakar di China. Pemalsuan itu dilakukan oleh para ilmuwan evolusi, dibantu National Geographic sebagai media, untuk mengisi kekosongan rangkaian tahapan evolusi mahluk hidup sekaligus mengukuhkan Teori Evolusi Darwin.
Jauh sebelum itu para penganut Darwinisme juga pernah memalsukan temuan tengkorak manusia purba yang diberi nama 'Piltdown Man'. Penemuan tengkorak itu diumumkan pada tahun 1911-1912. Namun, kemudian terungkap kebohongannya pada tahun 1953. Bristish Natural History Museum menegaskan bahwa kerangka 'Piltdown Man' --yang disebut sebagai kerangka orang Inggris purba-- terdiri dari kombinasi tengkorak manusia dan rahang primata dari jenis orangutan.

Manusia Pertama di Bulan, Neil Armstrong Wafat #Apollo11 #RIP


Di usia 82


Dunia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Manusia pertama yang mampu menapakkan kaki di bulan, Neil Armstrong meninggal dunia. Astronot pertama legendaris asal Amerika Serikat yang sukses pergi ke bulan denga menumpang pesawat Apollo 11 ini menyerah kepada komplikasi penyakit dari gangguan pada jantung yang selama ini dia alami.
Seperti yang dilansir oleh CBS News, pria yang dikenal dengan pernyataan 'That's one small step for (a) man, one giant leap for mankind' saat pertama kali menginjakkan kakinya di bulan pada 20 Juli 1969 tersebut meninggal di usia 82 tahun. Pernyataan wafatnya Neil Armstrong dirilis oleh keluarga besarnya tanpa menyebutkan kapan dan di mana dirinya meninggal dunia.
Neil Armstrong bersama kedua rekannya, Buzz Aldrin dan Mike Collins dipilih oleh NASA untuk melakukan misi terbesar dalam sejarah peradaban manusia tersebut sekaligus merealisasikan mimpi Presiden Amerika Serikat kala itu, John F Kennedy yang sebelumnya mencanangkan rencana tersebut selama delapan tahun. 
Armstrong dikenal sebagai pria yang tenang dan periang. Beberapa hari jelang misi peluncuran manusia ke bulan, Armstrong menjadi pahlawan NASA saat peluncur roket Apollo 11 macet. Dengan tangan dinginnya, pesawat luar angkasa tersebut berhasil melakukan pendaratan darurat di lautan pasifik.
Salah satu momen yang tak mungkin dilupakan oleh manusia sejagad adalah saat Armstrong melakukan sambungan radio pertama di bulan kepada NASA lewat kalimat legendaris 'Houston, Tranquility Base here. The Eagle has landed.' sebelum keluar untuk menancapkan bendera Amerika Serikat di tanah bulan. Sejak itu, Neil Armstrong di kenal sebagai bapak antariksa dunia.
Dalam sebuah pernyataannya, Armstrong pernah berkata bahwa pendaratan di bulan yang dia lakukan tersebut tidak semata-mata hanya terikat untuk planet bumi melainkan pengetahuan yang semakin meluas untuk menjelajah antariksa. "Dalam pandanganku, penghargaan terpenting dari kesuksesan Apollo tidak selamanya berhubungan erat dengan planet ini dan visi kita untuk melihat ke depan. Karena kesempatan kita untuk menjelajah sangat tak terbatas." pandang Armstrong. Selamat Jalan, Neil

5 Manusia Pertama Berjalan di Luar Angkasa

sekedar info :orang pertama yg menyarankan untuk menggunakan roket luar angakasa adalah seorang guru Rusia, Konstantin Tsiolkovsky pada tahun 1903. Tdk ada seorang pun yg menaruh perhatian. Baru pd thn 1926, ilmuwan Amerika, Robert H.Goddard, membuat roket pertama dgn bahan bakar cair.
Abad angkasa dimulai pd tanggal 4 Oktober 1957, saat Uni Soviet meluncurkan Sputnik 1 ke luar angkasa. Anjing yg bernama Laika adalah makhluk hidup pertama yg berada di luar angkasa, kemudian diikuti oleh manusia, yaitu astronot Soviet, Yuri Gagarin, pada tanggal 12 April 1916. Pesawat Vostok 1 mengelilingi bumi selama 108 menit. Kapsul yg panjangnya 2,3 meter mendarat kembali di Rusia, tetapi Gagarin tdk ada di dalamnya krn telah terjun dgn parasut dari ketinggian 6.700 meter.

ORANG PERTAMA YG BERJALAN DI LUAR ANGKASA:
Aleksei Leonov, bekas pilot pesawat tempur Soviet, dilatih menjadi kosmonot & orang pertama yg berjalan di luar angkasa pd tahun 1965. Dia meninggalkan pesawat, Voskhod 2, lewat kunci udara. Dengan pintu pesawat di belakang yg masih tertutup, kunci udara ditekan, kemudian dia membuka pintu dan memasuki luar angkasa. Dengan mengikatkan diri pada kabel pesawat. Leonov menghabiskan waktu selama sepuluh menit sendirian di angkasa dan mengambil foto dgn kamera portabel..


1. Alexey Leonov
Pemilik nama lengkap Alexey Arkhipovich Leonov ini dilahirkan di Listvyanka, Kemerovo Oblast, Uni Soviet pada 30 Mei 1934. Dia pensiun dari astronot Rusia dan berpangkat terakhir Mayor Jenderal di Angkatan Udara. Pada 18 Maret 1965, Leonov menjadi manusia pertama di dunia yang berjalan di luar angkasa. Dia berada di luar pesawatnya itu selama 12 menit 9 detik. Leonov sendiri merupakan satu dari 20 pilot Angkata Udara Soviet yang terpilih menjadi astronot pada 1960. Perjalanannya ke luar angkasa rencananya untuk 11 misi menggunakan pesawat Vostok. Namun, semua itu dibatalkan dan hanya menyisakan 1 misi yang membuatnya menjadi salah satu manusia paling dikenang dalam sejarah dunia penerbangan luar angkasa.

Alexei Leonov (Sumber: wikimedia)

2. Edward Higgins White
Manusia kedua yang berjalan di luar angkasa adalah Edward Higgins White melalui misi Gemini 4. Meskipun manusia kedua, tetapi dalam sejarah penerbangan luar angkasa Amerika, dia adalah manusia pertama yang berjalan di luar pesawatnya ketika mengorbit di atas bumi pada 3 Juni 1965. Pria kelahiran 14 Nopember 1930 ini merupakan teknisi sekaligus perwira Angkatan Udara Amerika Serikat Berpangkat Letnan Kolonel. Meskipun begitu, umurnya tidak panjang. Dia meninggal pada kecelakaan ujian pra-peluncuran misi Apollo di Tanjung Kennedy pada 27 Januari 1967. Dia meninggal bersama rekan astronot Amerika Serikat lainnya, yaitu Gus Grissom dan Roger Chaffee. Atas prestasinya dalam bidang penerbangan luar angkasa, White dianugerahi Medali Pelayanan Terhormat NASA untuk penerbangan Gemini 4 dan penghargaan anumerta pada Medali Kehormatan Kongres Luar Angkasa.

Edward Higgins White (tengah) bersama 2 kru Apollo 1 yang meninggal saat ujian pra-peluncuran (Sumber: Wikipedia)

3. Eugene Cernan
Terlahir 14 Maret 1934, Eugene Andrew Cernan merupakan pensiunan perwira Angkatan Laut Amerika Serikat dan mantan astronot dan teknisi NASA. Cernan telah bepergian ke luar angkasa sebanyak 3 kali, yaitu pada Juni 1966 sebagai pilot Gemini 9A, pilot modul bulan di Apollo 10 pada Mei 1969, dan sebagai komandan Apollo 17 pada Desember 1972. Cernan juga membantu anggota kru untuk misi Gemini 12, Apollo 7, dan Apollo 14. Lulusan Teknik Elektro ini, merupakan manusia ketiga dalam sejarah manusia yang berjalan di luar angkasa ketika pesawatnya sedang mengorbit jauh di atas bumi.

Eugene Andrew Cernan (Sumber: Wikipedia)

4. Michael Collins
Warga Amerika kelahiran Roma, Italia, 31 Oktober 1930 ini, merupakan mantan astronot Amerika dan pilot. Michael Collins terpilih sebagai bagian dari 3 group yang terdiri atas 14 astronot pada 1963. Collins sendiri terbang ke luar angkasa sebanyak 2 kali. Penerbangan pertamanya bersama Gemini 10 dan dia berjalan di luar angkasa ketika 2 pesawat luar angkasa yang berbeda mencoba bersatu di atas bumi. Kemudian perjalanan keduanya ke luar angkasa ketika dia menjadi komando pilot modul untuk Apollo 11. Ketika dia mengorbit di atas bulan, Neil Armstrong bersama Buzz Aldrin membuat sejarah dengan berjalan di atas permukaan bulan. Collins sendiri merupakan satu dari 24 manusia yang pernah terbang di atas bulan.

Michael Collins (Sumber: wikipedia)

5. Richard F. Gordon, Jr.
Pensiunan astronot NASA ini dilahirkan pada 5 Oktober 1929 dan berpangkat kapten. Richard F. Gordon, Jr. merupakan satu dari 24 orang yang terbang di atas bulan. Dirinya terpilih sebagai astronot pada Oktober 1963 dan terpilih sebagai pilot cadangan untuk penerbangan Gemini 8. Pada September 1966, Gordon melakukan terbang perdana sebagai pilot untuk Gemini 11. Pada penerbangannya tersebut, Gordon berjalan di luar pesawatnya di atas permukaan bumi sebanyak 2 kali. Gordon pensiun dari NASA pada Januari 1972.

Rchard Gordon (sumber: Wikipedia)

INFO TAMBAHAN:
4 oktober 1957: Soviet meluncurkan Sputnik 1
12 april 1961: Kosmonot Soviet Yuri Gagarin melakukan penerbangan pertama di angkasa dgn Vostok 1
5 mei 1961: Astronot AS Alan Shepard melakukan penerbangan selama 15 menit
20 februari 1962:John Glenn menjadi Astronot pertama yg mengelilingi bumi
16 juni 1963: Kosmonot Soviet, Valentina Tereshkova, menjadi wanita pertama yg pergi ke luar angkasa
18 maret 1965: Kosmonot Soviet, Aleksei Leonov, pertama kali berjalan di angkasa
21 juli 1969: Astronot AS, Neil Armstrong, adalah orang pertama yg menginjakan kaki di bulan
7 februari 1984: Asronot AS, Bruce McCandless, orang pertama yg melakukan perjalanan dengan kendaraan ruang angkasa
1987-1988: Kosmonot Soviet, Titov dan Manarov, menghabiskan waktunya selama 366 hari diluar angkasa


10 hewan yang pertama kali mengijakan kaki ke luar angkasa sebelum manusia


Orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di luar angkasa adalah Yuri Gagarin, astronot Rusia, pada tanggal 12 April 1961. akan tetapi ternyata sebelum manusia berhasil menginjakkan kaki di luar angkasa, sejumlah percobaan yang panjang dengan menggunakan astronot non-manusia sudah diluncurkan ke atmosfir untuk mengetahui apakh ada kehidupan yang bisa bertahan di luar angkasa sana. Bahkan setelah misi luar angkasa berawak merupakan suatu proses rutin, berbagai jenis hewan terus dipakai untuk bereksperimen tentang luar angkasa.

 
Lalu hewan apakah yang telah berjasa membantu manusia sehingga berhasil menginjakan kaki di luar angkasa tersebut?

Inilah ke -10 hewan yang patut diberi penghargaan tersebut




 
1. Anjing
 
Rusia (pada waktu itu Soviet) menjatuhkan pilihan kepada sepasang anjing betina liar untuk eksperimen ruang angkasa mereka pada tahun 50-an dan 60-an. Sebagian besar dari penerbangan ini berhasil, dan beberapa diantara anjing tersebut berhasil terbang lebih dari sekali. Pada tahun 1951, Dezik dan Tsygan adalah merupakan pasangan anjing pertama yang bisa bertahan hidup di luar angkasa. Akan tetapi Dezik tewas dalam peluncuran berikutnya.
Selain Dezik dan Tsygan, dua anjing lainnya Belka dan Strelka (bersama dengan kelinci, dua tikus, dan spesimen biologi lainnya) merupakan hewan pertama yang berhasil mencapai luar angkasa bersama Sputnik 5. Salah satu jenis anjing Strelka yang kemudian diberikan sebagai hadiah kepada anak Presiden Kennedy.


 
2. Monyet
  Monyet merupakan binatang eksperimen yang diluncurkan bersamaan dengan Peluncuran Air Force Aeromedical Laboratory “Albert” (Juni 1948 – Agustus 1950) di White Sands, NM. Eksperimen ini merupakan eksperimen pertama yang menggunakan primata. Akan tetapi Albert yang diluncurkan tanggal 11 Juni 1948 gagal, sang monyet bahkan sudah tidak bernyawa sebelum  berhasil mencapai ruang angkasa. Sayangnya dia tidak dapat bertahan hidup (sebenarnya, ia bahkan tidak sampai ke ruang angkasa).
Walaupun percobaan dengan monyet pertama kali gagal, percobaan kedua dilakukan lagi pada tanggal 14 Juni 1949. Monyet kedua ini diberi nama yang sama yaitu Albert II dan dia berhasil menjadi monyet pertama dalam ruang angkasa ketika ia mencapai ketinggian 83 mil.



 
3. Laba-Laba
  Seorang mahasiswa bernama Judi Miles meluncurkan misi Skylab 3 membawa sepasang laba-laba kebun Eropa bernama Arabella dan Anita untuk pertama kalinya pada tahun 1973. Kedua laba-laba tersebut mati di ruang angkasa dikarenakan kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), tubuh mereka sekarang dipamerkan di Smithsonian.



 
4. Kucing
  Pada bulan Oktober 1963, Prancis tidak mau kalah dengan negaranya melakukan percobaan luar angkasa dengan mengirimkan seekor kucing jalanan. Kucing yang ditemukan di jalanan dan dinamai Felix (mungkin inilah asal mula tokoh kartun Felix The Cat) beruntung (atau malah sial ya) dijadikan hewan eksperimen ke luar angkasa. Kucing ini dinaikkan ke sebuah roket AGI V?ronique, beruntung lah si Felix karena berhasil kembali dengan selamat. Felix kemudian mendapatkan penghargaan sebagai Kucing Pertama Di Ruang Angkasa.


5. Kura-Kura
  Kura-kura ternyata juga tidak mau ketinggalan dari teman-teman nya lho. Pada tanggal 15 September 1968, Rusia meluncurkan pesawat ruang angkasa Zond 5 dengan isinya berupa muatan biologis dan tidak ketinggalan dua ekor kura-kura. Pada tanggal 18 September, Zond 5 membuat putaran di sekitar bulan dan selamat kembali ke bumi pada tanggal 21. Kura-kura mengalami sedikit penurunan berat badan. Kedua kura-kura ini berhasil selamat walaupun menjadi lebih kurusan.

Berhasil dengan misi kura-kura pertama, Rusia kembali meluncurkan eksperiman Soviet Soyuz 20 dan kali ini kura-kura berhasil bertahan selama 90.5 hari di ruang angkasa dan merupakan rekor terlama untuk binatang (17 November 1975 – 16 Februari 1976).
 
 
6. Ikan
  Ikan berhasil kali berangkat ke luar angkasa adalah mummichog, jenis ikan air yang seringkali digunakan untuk proyek-proyek penelitian karena kemampuannya untuk bertahan hidup di kondisi ekstrim. Sepasang mummichog menyertai Misi Skylab 3 (1973) untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang organ otolith.




 
7. Katak
 
Katak ternyata juga berhasil dipilih menjadi astronot. Pada tahun 1970, nasa meluncurkan program orbiting frog otolith dengan mengirimkan dua katak ke orbit (otolith adalah mekanisme telinga-dalam dari katak untuk mengontrol keseimbangan). Katak berhasil berada di ruang angkasa dari tanggal 9-15 november dan percobaan itu sukses. Dari eksperimen tersebut, berhasil dikumpulkan data neurofisiologis mereka inginkan. Akan tetapi yang mengherankan adalah pesawat tersebut hilang dan tidak berhasil ditemukan kembali setelah mendarat.



 
8. Kadal air
  Pada tahun 1985, 10 kadal air iberia berikut dua monyet diberangkatkan keluar angkasa dalam misi yang diberi nama Misi The Bion 7. Dalam misi ini para peneliti ingin mengetahui tingkat regenerasi seperti penyembuhan luka di ruang angkasa. Oleh sebab itu sang kadal air malang itu dilukai di bagian dari kaki depan mereka. Dari hasil pengamatan, ternyata tingkat regenrasi di ruang angkasa lebih cepat dari bumi, terlihat kadal air tersebut mampu beregenerasi secara signifikan lebih cepat di ruang angkasa.
Kadal kemudian diluncurkan lagi pada eksperimen di columbia (1994), misi foton-m2 (2005), ruang unit jepang flyer (1995), dan mir space station.



 
9. Marmut
  Pada tanggal 9 Maret 1961, marmut diluncrukan bersamaan dengan pesawat ruang angkasa sputnik 9 bersama dengan seekor anjing bernama chernushka, seorang kosmonot bernama ivan ivanovich dummy, dan berbagai jenis tikus dan reptil. Ivan berhasil kembali ke bumi dengan selamat dan begitu pun dengan para hewan. Semuanya berhasil kembali dengan selamat ke bumi.


 
10. Tikus
 
Perancis lah merupakan negara pertama yang menggunakan tikus untuk eksperiman luar angkasanya. Pada Februari tahun 1961, seekor tikus bernama Hector diluncurkan dan Hector terbang di ketinggian 93 mil, yang kemudian berhasil kembali dengan selamat.

Jalan - Jalan Keluar Angkasa Dapat Membuat Awet Muda?

Benarkah Jalan - Jalan Keluar Angkasa Dapat Membuat Awet Muda?, Ini Jawabannya - Bagi sebagian orang pasti sangat menginginkan dirinya agar tetap awet muda, sehingga telah banyak mereka melakukan perawatan pada tubuhnya agar awet muda, salah satu cara yang paling sering digunakan orang untuk agar terlihat awet muda adalah memakai kosmetik dan operasi.

Tapi sekarang hal itu tidak diperlukan itu lagi untuk awet muda, karena dari hasil study terbaru mengungkapkan kalau melakukan jalan - jalan ke luar angkasa dapat membuat tubuh manusia awet muda. Benarkah berita itu ? Dan apa buktinya ?




Peneliti dari Universiti of Nottingham, inggris sudah melakukan uji coba tentang pendapat yang mengatakan jalan - jalan keluar angkasa membuat tubuh manusia awet muda. Sebagai bahan percobannya, peneliti yang sedang melakukan study tersebut mengirim cacing Caenorhabditis Elegans keluar angkasa. Dipilihnya cacing tersebut karena memiliki struktur otot yang hampir sama dengan manusia, dan cacing - cacing tersebut telah menghabiskan misi diluar angkasa selama 11 hari.

Dari hasil percoban tersebut diperoleh hasil bahwa 5 gen yang dimiliki cacing - cacing tersebut memperlihatkan adanya perlambatan aktivitas yang berimplikasi kepada penampilan mereka. Para peneliti pun membandingkan cacing tersebut dengan cacing yang tinggal dibumi, dan hasilnya sungguh mengejutkan karena cacing yang melakukan perjalanan keluar angkasa ternyata memiliki umur lebih panjang.

Itu karena gen - gen tersebut terlibat dalam proses bagaimana cacing merasakan lingkungan dan perubahan sinyal pada metabolisme untuk beradaptasi pada lingkungan tersebut. Menerut Dr Nathaniel szewczyk peneliti dari university of nottingham mengatakan kalau sebagian besar dari kita tau kalau otot cenderung mengkerut ketika berada di angkasa dan fenomena ini juga bisa terjadi pada manusia yang melakukan perjalanan keluar angkasa.