Jumat, 22 November 2013

10 pasangan anime paling cocok .

Dalam cerita anime apapun, kisah romantis atau percintaan pasti ada kan, dan didalam kisah percintaan tersebut pasti akan muncul pasangan kekasih. Nah.. bagi kalian pecinta anime berikut ada daftar pasangan anime yang dikatakan serasi lho ^^


10.Shinichi Kudo dan Ran Mouri (Detective Conan)
Siapa yang tidak tahu dengan pasangan satu ini, Shinichi dan Ran. Mereka berdua ini merupakan pasangan yang sangat cocok. Shinichi merupakan seorang detektif SMA dan Ran adalah atlet Karate yang berbakat dari SMA yang sama. Sebenernya mereka berdua ini sama-sama suka, tapi mereka berdua masih malu-malu kalau disinggung masalah cinta. Apalagi mereka berdua sudah kenal sejak SD, selalu bersama.

9.Uzumaki Naruto dan Hinata Hyuga (Naruto Shippuden)
Naruto dan Hinata merupakan pasangan yang memiliki kepribadian yang berbeda, Naruto merupakan orang yang tidak bisa diam, sedangkan hinata tipe orang yang sangat pendiam. Sangat cocok untuk saling mengisi. Namun disini Hinata-lah yang suka sama Naruto, sedangkan Naruto sendiri masih belum menyadari dan masih menganggap Hinata sebagai teman biasa.

8.Inuyasha dan Kagome (Inuyasha)
Pasangan yang satu ini juga tidak kalah menarik dengan yang lain, Inuyasha dan Kagome. Meskipun mereka sering bertengkar, tapi didalam hati mereka memang sudah saling suka.

7.Ichigo Kurosaki dan Orihime Inoe (Bleach)

Pasangan ini sama-sama memiliki sifat yang tenang dan stay cool. Keduanya sama-sama peduli satu sama lain, saat Ichigo terluka Inoe-lah yang sering menyembuhkan Ichigo dan senantiasa menjengukya. Lalu saat Inoe di Tangkap oleh Espada, Ichigo-lah yang paling paling bersemangat untuk meyelamatkannya.

6.Ouma Shu dan Inori Yuzuriha (Guilty Crown)
Kalau pasangan ini, mereka berdua sama-sama suka. Shu yang memiliki sifat pendiam sama pendiamnya dengan Inori. Awalnya mereka bertemu saat Inori diserang oleh sekelompok robot yang dikendalikan oleh pasukan musuh, disaat itulah Shu menolong Inori. Dari situlah mereka berdua mulai dekat sehingga Inori mau tinggal di rumah Shu.

5. CC dan Lelouch (Code Geass)
pasangan ini yang awal nya berjumpa saat perang , dan dengan berjalannya waktu mereka sepertinya saling mencintai . ya walaupun pada akhir ceritanya lelounch nya mati >.<

4. Amano yukiteru dan Gasai yuno(Mirai Nikki)
nah kalau pasangan ini , mereka awalnya yuno yang sangat menyukai yuki , dan akhirnya dengan berjalannya waktu yuki pun mencintai yuno .

3.  Itsuka shido dan Tohka (Date a Live)
pasangan ini menurut ane cocok banget hehe ^^ .apalagi tohka cakep banget ^^

2. Yuzuru Otonashi dan Kanade Tachibana(Angel Beats)
   pasangan ini yang awal nya saling musuhan dan pada akhirnya saling mencintai , ^^

1.Kazuto Kirigaya dan Yuuki Asuna ( Sword Art Online)
nai ini dia pasangan yang paling serasi mnurut ane , hehe .dan ini bener true love deh perjuangan kazuto untuk bebasin asuna .

Sabtu, 12 Januari 2013

5 FAKTA TENTANG KA’BAH

Ass. Wr Wb,

Ka’bah merupakan kiblat salat bagi seluruh umat muslim di dunia. Ka’bah terdapat dalam area Masjidil Haram yang terletak di kota Makkah, Arab Saudi. Setiap tahunnya, jutaan muslim dari berbagai penjuru dunia datang ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah serta berziarah ke sejumlah tempat bersejarah di sana.
Dalam Ka’bah tidak terdapat benda apapun. Meskipun demikian, Ka’bah memiliki arti yang sangat penting bagi umat muslim. Berdasarkan sebuah riwayat, Ka’bah merupakan bangunan pertama yang diciptakan sejak penciptaan bumi.
Ka’bah memiliki rahasia tersembunyi, bahkan tempat-tempat sekitar ka’bah termasuk depan pintu Multazam merupakan tempat mustajab untuk berdoa.
Namun, tahukah Anda jika ternyata ada banyak fakta unik di balik kesucian bangunan Ka’bah? detikramadan menghimpun dari berbagai sumber, sedikitnya ada 5 fakta unik tentang Ka’bah
Ka'bah
1. Ka’bah mengeluarkan sinar radiasi
Planet bumi mengeluarkan semacam radiasi, yang kemudian diketahui sebagai medan magnet. Penemuan ini sempat mengguncang National Aeronautics and Space Administration (NASA), badan antariksa Amerika Serikat, dan temuan ini sempat dipublikasikan melalui internet. Namun entah mengapa, setelah 21 hari tayang, website yang mempublikasikan temuan itu hilang dari dunia maya.
Namun demikian, keberadaan radiasi itu tetap diteliti, dan akhirnya diketahui kalau radiasi tersebut berpusat di kota Makkah, tempat di mana Ka’bah berada. Yang lebih mengejutkan, radiasi tersebut ternyata bersifat infinite (tidak berujung). Hal ini terbuktikan ketika para astronot mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih tetap terlihat. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Ka'bah 02
2. Zero Magnetism Area
Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila seseorang mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Makkah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu, ketika mengelilingi Ka’ah, maka seakan-akan fisik para jamaah haji seperti di-charge ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Ka'bah 03
3. Tekanan Gravitasi Tinggi
Ka’bah dan sekitarnya merupakan sebuah area dengan gaya gravitasi yang tinggi. Ini menyebabkan satelit, frekuensi radio ataupun peralatan teknologi lainnya tidak dapat mengetahui isi di dalam Ka’bah. Selain itu, tekanan gravitasi tinggi juga menyebabkan kadar garam dan aliran sungai bawah tanah tinggi. Inilah yang menyebabkan salat di Masjidil Haram tidak akan terasa panas meskipun tanpa atap di atasnya.
Tekanan gravitasi yang tinggi memberikan kesan langsung kepada sistem imun tubuh untuk bertindak sebagai pertahanan dari segala macam penyakit.
Ka'bah 04
4. Tempat ibadah tertua
Pembangunan Ka’bah telah dilakukan sejak zaman Nabi Adam AS. Ada pula sumber yang menyebutkan, Ka’bah telah dibangun semenjak 2000 tahun sebelum Nabi Adam diturunkan. Pembangunannya pun memerlukan waktu yang lama karena dilakukan dari masa ke masa.
Menurut sebagian riwayat, Ka’bah sudah ada sebelum Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, karena sudah dipergunakan oleh para malaikat untuk tawwaf dan ibadah. Ketika Adam dan Hawa terusir dari Taman Surga, mereka diturunkan ke muka bumi, diantar oleh malaikat Jibril. Peristiwa ini jatuh pada tanggal 10 Muharam.
Ka'bah 05
5. Ka’bah memancarkan energi positif
Ka’bah dijadikan sebagai kiblat oleh orang yang salat di seluruh dunia, karena orang salat di seluruh dunia memancarkan energi positif apalagi semua berkiblat kepada Ka’bah. Jadi dapat Anda bayangkan energi positif yang terpusat di Ka’bah, dan juga menjadi pusat gerakan salat sepanjang waktu karena diketahui waktu salat mengikuti pergerakan matahari. Itu artinya, setiap waktu sesuai gerakan matahari selalu ada orang yang sedang salat. Jika sekarang seseorang di sini melakukan salat Dhuhur, demikian pula wilayah yang lebih barat akan memasuki waktu Dhuhur dan seterusnya atau dalam waktu yang bersamaan orang Indonesia salat Dhuhur orang yang lebih timur melakukan salat Ashar demikian seterusnya.
Memandang Ka’bah dengan ikhlas akan mendatangkan ketenangan jiwa. Aturan untuk tidak mengenakan topi atau kepala saat beribadah haji juga memiliki banyak manfaat. Rambut yang ada di tubuh manusia dapat berfungsi sebagai antena untuk menerima energi postif yang dipancarkan Ka’bah.
Ka'bah 06
Artikel ini diambil dari sumber : http://www.detik.com, tanggal 24 Juli 2012 mengenai 5 Fakta Unik Ka’bah oleh Rina Yuliana.
Semoga menambah keimanan bagi Kita semua, Amin Ya Rabb.

Fakta Besar Tentang Ka'bah Yang Disembunyikan Dunia

Ternyata GMT Bukan Di Greenwich, Tapi Di Ka'bah (Fakta Ilmiah)
kabah
Ka'bah, rumah Allah dimana sejuta ummat Islam merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah Sng Maha Pencipta. Kiblatnya (arah) ummat Islam dalam melaksanakan shalat, dari  manapun semua ibadah shalat menghadap ke kiblat ini.
Istilah Ka'bah adalah bahasa al quran dari kata "ka'bu" yg berarti "mata kaki" atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. QS al-Ma'idah 5:6 dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dengan "Ka'bain" yg berarti 'dua mata kaki' dan ayat QS al-Ma'idah 5:95-96 mengandung istilah 'ka'bah' yang artinya nyata "mata bumi" atau "sumbu bumi" atau kutub putaran utara bumi.
neil-amstrong
Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, "Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?."
Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka'bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.
Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka'bah di planet Bumi dengan Ka'bah di alam akhirat.
Makkah Pusat Bumi
84l62wcn
Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.
Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.
Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).
Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.
Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.
Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.
Allah Azza wa Jalla berfirman di dalam al-Qur'an al-Karim sebagai berikut:
'Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..' (QS asy-Syura 26: 7)
Kata 'Ummul Qura' berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.
Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata 'ibu' memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.
Makkah atau Greenwich
Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.
Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.
Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit
eqtlx6ua
Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, '
Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.' (QS ar-Rahman 55:33)
Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata 'qutr' yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.
Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka'bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi)

Selasa, 11 Desember 2012

Bendera Itu Masih ada di Bulan


Luar Biasa! Ungkapan itu spontan terucap setelah citra-citra satelit LRO dalam resolusi yang tak pernah didapatkan sebelumnya secara gemilang berhasil menguak salah satu teka-teki besar dalam saga pendaratan manusia di Bulan: nasib bendera yang ditancapkan di tanah Bulan. Sepanjang misi pendaratan manusia di Bulan yang telah berlangsung hingga enam kali dalam kurun waktu 1969 hingga 1972 dalam bentuk misi Apollo 11 hingga Apollo 17, kecuali Apollo 13 yang mengalami ledakan tanki Oksigen pada modul komandonya sehingga pendaratan di Bulan terpaksa dibatalkan, terdapat enam bendera pula yang telah ditancapkan di setiap titik pendaratan. Seluruhnya adalah bendera AS.
1343797229673248727
Gambar 1 Bendera AS pada pendaratan manusia di Bulan, dalam misi Apollo 15 (kiri) dan Apollo 17 (kanan). Sumber : NASA, 1971 & 1972.
Bendera menjadi salah satu topik panas dalam diskursus pendaratan manusia di Bulan. Kaum skeptis menyuguhkan bendera “berkibar” (padahal sejatinya berupa bendera terentang statis) sebagai salah satu alasan menolak adanya pendaratan manusia di Bulan dan menganggapnya hanyalah omong kosong dan tipu-tipu model Perang Dingin. Sebaliknya kaum optimis menganggap bendera tersebut tinggal tiangnya saja tanpa kain. Sebab dengan bahan dasar nilon, sulit untuk membayangkan bagaimana kain bendera bisa bertahan dalam lingkungan Bulan yang keras. Selama empat dekade terakhir, kain bendera berada dalam kondisi hampa udara dengan paparan panas ekstrim setinggi 100 derajat Celcius di siang Bulan (sepanjang 14 hari Bumi) dan kemudian disusul paparan dingin amat membekukan (serendah minus 180 derajat Celcius) di malam Bulan (sepanjang 14 hari Bumi juga) disertai paparan sinar ultraungu Matahari yang berlebih, sinar kosmik dari Matahari dan dari seantero penjuru serta mikrometeorit. Dengan lingkungan sedemikian keras, tak heran banyak yang meramalkan kain bendera di Bulan telah terkelantang, terdegradasi, robek-robek, atau malah terdesintegrasi demikian rupa sehingga hancur menjadi debu.
1343797386602522192
Gambar 2 Bendera yang dibawa dalam misi pendaratan manusia di Bulan dalam kondisi terlipat dua sebelum dipasang. Di sebelah atas adalah bagian atas tiang bendera dengan penyiku-atas yang terlipat dan sudah terpasangi bendera. Sementara di sebelah bawah adalah bagian bawah tiang bendera yang hendak ditancapkan ke tanah Bulan dengan dua takik penanda yang menunjukkan batas seberapa jauh bagian ini bisa masuk ke tanah Bulan. Di sebelah kanan adalah engsel pengunci untuk penyiku-atas, sementara di sebelah kiri adalah kunci penyambung untuk bagian atas dan bawah tiang bendera. Sumber : NASA, 1969.
Benarkah demikian?
Peluncuran satelit penyelidik Bulan LRO (Lunar Reconaissance Orbiter) pada 18 Juni 2009 menawarkan kesempatan untuk menganalisis bagaimana nasib bendera-bendera yang ditancapkan di permukaan Bulan secara tidak langsung. Satelit yang ditujukan untuk memetakan topografi global Bulan, mengkarakterisasi radiasi antariksa di orbit Bulan dan menyelidiki kawasan kutub-kutub Bulan guna mencari kemungkinan eksistensi air di Bulan membawa kamera beresolusi sangat tinggi yang mampu mengidentifikasi benda hingga seukuran 0,5 meter di Bulan berkat ketinggian orbitnya (yang hanya 50 km dari permukaan Bulan) dan sifat orbitnya (orbit polar/kutub). Kemampuan tersebut membuat satelit LRO untuk pertama kalinya mampu mengidentifikasi jejak-jejak yang ditinggalkan dalam empat dekade silam pada program pendaratan manusia di Bulan. Jejak tersebut meliputi sisa modul Bulan, perangkat penyelidikan ilmiah, tapak-tapak kaki astronot dan alur-alur roda kendaraan penjelajah Bulan.
1343797533500639352
Gambar 3 Sekuens lima citra lokasi pendaratan Apollo 12 dan bayangan kain benderanya, masing-masing diambil dalam pencahayaan berbeda. Dari atas ke bawah adalah saat tinggi Matahari 8 derajat di atas horizon timur, 32 derajat di atas horizon timur, 59 derajat di atas horizon barat, 9 derajat di atas horizon barat dan 6 derajat di atas horizon barat. Sumber : NASA, 2012.
Bendera Bulan sebenarnya tidak menjadi target penyelidikan LRO, karena dengan diameter tiang bendera hanya 2 cm, amat sulit untuk mengidentifikasinya dalam citra LRO. Satu-satunya cara memungkinkan hanyalah mendeteksi bayang-bayang kain bendera di bawah terik sinar Matahari. Dengan kain bendera seukuran 1,5 meter x 1 meter untuk Apollo 11 hingga 15, maka bayang-bayang kain bendera dapat dideteksi kamera satelit LRO. Dengan mengambil sejumlah citra dalam berbagai kondisi pencahayaan Matahari, misalnya sejak setelah terbit, berketinggian rendah di langit timur Bulan, berketinggian rendah di langit barat Bulan hingga jelang terbenam, maka bagaimana dinamika bayangan bendera mengikutinya bisa ditelaah sehingga lokasi bendera bisa dipastikan. Tentu saja dengan catatan jika kain bendera itu masih ada.
Selain itu perlu diperhatikan pula catatan Edwin Aldrin, astronot Apollo 11. Dalam bukunya Return to Earth setebal 239 halaman, Aldrin menuturkan bendera yang ditegakkannya bersama Neil Armstrong di Mare Transquilitatis, dengan tiang bendera sepanjang 2,7 meter dengan 0,6 meter diantaranya ditancapkan ke tanah Bulan, telah ambruk akibat posisinya terlalu dekat dengan modul Bulan. Sehingga tatkala modul dinyalakan kembali (untuk pulang ke Bumi), semburan gasbuang yang amat kuat menyebabkan kain bendera beserta tiangnya ambruk ke tanah. Citra satelit LRO memang mengonfirmasi catatan Aldrin.
Sehingga hanya tersisa lima titik saja dimana bendera kemungkinan masih tersisa. Dari kelima titik tersebut, LRO secara gemilang mampu mengidentifikasi bendera (tepatnya bayang-bayang bendera) di tiga titik, yakni di lokasi pendaratan Apollo 12, Apollo 16 dan Apollo 17.
Pada lokasi pendaratan Apollo 12, bendera ditancapkan dengan mekanisme engsel pengunci pada penyiku-atas mengalami kerusakan, sehingga kain bendera menjadi terkulai, tidak terentang sebagaimana halnya bendera pada titik pendaratan Apollo 11. Meski demikian bayangan kain bendera di tanah Bulan tercetak jelas. Berdasarkan citra dari astronot Apollo 12, pada saat tinggi Matahari 10 derajat di atas horizon timur, bayangan kain bendera merentang sejauh 2,8 meter hingga 12 meter dari dasar tiang bendera. Dengan tanah Bulan di lokasi pendaratan cenderung datar, bayangan kain bendera di lokasi pendaratan Apollo 12 cukup jelas terlihat dalam citra LRO. Pada saat Matahari baru saja terbit (tinggi Matahari hanya 8 derajat di atas horizon timur), bayangan kain bendera merentang hingga sepanjang 15 meter ke arah barat. Demikian halnya pada saat Matahari mendekati terbenam (tinggi Matahari 6 derajat di atas horizon barat), bayangan kain bendera merentang hingga 20 meter, kali ini ke arah timur.
Sementara pada lokasi pendaratan Apollo 16, mekanisme engsel pengunci bekerja baik sehingga kain bendera dapat terentang seperti seharusnya. Namun akibat terpasang terlalu dekat dengan modul Bulan, semburan gasbuang saat modul dinyalakan kembali menyebabkan tiang bendera miring hingga 30 derajat. Sehingga, bayang-bayang kain bendera yang dihasilkannya tidak sepanjang bayang-bayang kain bendera di lokasi pendaratan Apollo 12. Meski demikian satelit LRO mampu mengidentifikasinya dengan baik.
1343797635453374169
Gambar 5 Sekuens tujuh citra lokasi pendaratan Apollo 16 dan bayangan kain benderanya, masing-masing diambil dalam pencahayaan berbeda. Dari atas ke bawah adalah saat tinggi Matahari 8 derajat di atas horizon timur, 10 derajat di atas horizon timur, 43 derajat di atas horizon timur, 69 derajat di atas horizon timur, 61 derajat di atas horizon barat, 7 derajat di atas horizon barat dan 2 derajat di atas horizon barat. Sumber : NASA, 2012.
Hal serupa juga terjadi pada lokasi pendaratan Apollo 17. Ukuran kain benderanya 20 % lebih besar dibanding yang lain dengan tiang bendera terpancang lebih dalam, sehingga mampu bertahan tanpa tergeser/miring ketika terkena semburan gasbuang modul Bulan saat dinyalakan kembali. Ini membuat satelit LRO mampu mengidentifikasi bayangan kain benderanya dengan baik.
Bagaimana dengan nasib bendera pada lokasi pendaratan Apollo 14 dan Apollo 15? Foto-foto dari astronot Apollo 14 mengindikasikan bendera masih terpasang di tempat ditancapkannya pada kondisi terentang pada saat modul Bulan dinyalakan kembali. Pun demikian halnya di lokasi pendaratan Apollo 15. Namun satelit LRO tidak bisa mengidentifikasi bayang-bayang kain bendera di kedua lokasi pendaratan tersebut. Apa penyebabnya masih belum jelas, meski dugaan bendera telah mengalami degradasi hingga lepas dari tiangnya atau karena kondisi pencahayaan Matahari yang kurang mendukung saat LRO mengambil citra.

Benarkah Manusia Singgah di Bulan: Mengenang Neil Armstrong


Minggu dini hari WIB, 26 Agustus 2012, Neil Armstrong, yang merupakan astronot legendaris Amerika, meninggal dunia di usia 82 tahun karena penyakit jantung. (Tempo.com, 26/08/2012). Neil Armstrong yang dilahirkan di Wapakoneta, Ohio, 5 Agustus 1930, adalah manusia pertama yang mendarat di bulan. Armstrong yang pertama kali bergabung dengan NASA pada 1955 sebagai pilot uji coba, menjadi buah bibir di seluruh dunia pada 20 Juli 1969, waktu di mana Armstrong menjejakkan kakinya di bulan dengan pesawat Apollo 11.
Penapakan kaki Armstrong di bulan sangat berarti banyak. Seperti yang pernah diungkapnya, “Satu langkah kecil bagi seorang lelaki, satu langkah raksasa bagi manusia,” jejak kakinya menandakan era baru bagi peradaban manusia di luar angkasa. Sekaligus pertanda kemenangan AS atas Uni Soviet dalam Perang Dingin di luar angkasa, yang dimulai pada 4 Oktober 1957.
Meski demikian, tak sedikit orang yang meragukan cerita Armstrong. Mereka membangun satu teori yang menolak anggapan bahwa manusia pernah menjejakkan kakinya di bulan. Pengakuan Armstrong, bagi mereka, tak lebih bualan khas Amerika semata.
Berbagai pertanyaan diajukan oleh pendukung teori tersebut. Berbagai pertanyaan itu semakin gencar saat film “Capricorn One” diluncurkan oleh Warner Brothers pada 1978. Film tersebut menceritakan tentang suatu perjalanan ke Mars, yang didukung oleh “special Effect” luar biasa, sehingga sanggup meyakinkan penontonnya bahwa manusia telah mendarat di Mars.
Bagi mereka yang tak percaya adanya jejak kaki Armstrong di bulan, mengajukan pertanyaan terkait bendera Amerika, yang ditancapkan sesaat setelah Armstrong mendarat di bulan. Bagaimana, dalam foto, bendera tersebut nampak berkibar, padahal di luar angkasa tak ada angin.
Tak hanya itu, dari hasil forensik digital belakangan, diketahui bahwa foto-foto Armstrong adalah palsu. Alasan yang dikemukakan, sumber cahaya bulan hanya dari matahari. Sementara pada foto, ditemukan banyak bayangan tak lazim, dimana arah bayangan berbeda-beda. Kesimpulannya, lokasi pemotren “mirip bulan” itu melibatkan sejumlah “lighting” yang biasa ditemui di studio foto atau pada teknologi “visual effect” film-film Hollywood.
Belum lagi masalah teknologi jarak jauh dari bumi ke bulan yang belum dapat dilakukan pada tahun 1969. Jadi, tak mungkin terjadi komunikasi radio antara astronot di bulan dengan stasiun kontrol di bumi ketika itu.
Lalu, jika teori di atas dipandang benar, maka mengapa Amerika merekayasa pendaratan manusia di bulan?. Ada banyak teori mengenai ini, namun yang paling terkenal ialah Amerika ingin mengalahkan teknologi roket antariksa Uni Soviet yang sudah jauh lebih canggih saat itu. Pencitraan ini dipandang penting, karena pada masa itu masih merupakan era perang dingin blok Barat dengan Komunis. Masing-masing pihak akan berusaha menjadi yang terdepan untuk menarik perhatian dan simpati negara lain agar mau bergavung dengan blok mereka. Terlebih, saat itu, Uni Soviet, pada 1957, meluncurkan satelitnya yang fenomenal, yaitu Sputnik 1.
Agaknya, seiring dengan kabar wafatnya Armstrong, maka benar tidaknya teori konspirasi tersebut ikut terkubur bersama Armstrong. Kini Armstrong “telah mendarat”, persis seperti yang diberitakan oleh Buzz Aldrin saat menjejakkan kakinya di bulan bersama Armstrong, “Houston, Tranquility base here. The Eagle has landed.”
Selamat jalan Armstrong. Dunia tak akan melupakkan langkah kecil kakimu itu.