Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia
menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang
disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan
derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada
umat manusia.
Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa
Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap
Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang
ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya.
Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus
semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat
keras.”
Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka
segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang
tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya
seperti ekor lembu.
Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),
“Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu
sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai
Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu?
Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga
keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab
hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang
sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud
dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena
engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan
pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.
Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla,
cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah.
Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan
dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?”
Taklimat Iblis, “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau
adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah
diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu
dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang
engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya,
tiadalah aku berani menyembunyikannya.”
Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, “Ya
Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur
leburlah badanku menjadi abu.”
Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam
hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya
agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi
perisai kepada seluruh umatku.
Pertanyaan Nabi (1):
“Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?”
Jawab Iblis:
“Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini.”
Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena
ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah
diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan
suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru
karena dicegah oleh Allah.
Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku
cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau
berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk
agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir,
murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan
benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di
dalamnya bersamaku.”
Pertanyaan Nabi (2):
“Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?”
Jawab Iblis:
“Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya
kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih
yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat,
terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta
benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya
supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.
Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan.
Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan
minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan
malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu
maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan
zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari
uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.
Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau
berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya.
Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil
isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur,
megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan
gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka
setiap saat.”
Pertanyaan Nabi (3):
“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak
mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa
yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa
yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan
matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan
anggota badanmu?”
Jawab Iblis:
“Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga.
Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya.
Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua
seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu
langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama
sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.
Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di
dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi
Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu,
kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan
wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan
kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di
syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah
seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.
Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam
memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia.
Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di
Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian
kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu
pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga
Hari Kiamat.
Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah
dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang
menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka.
Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada
apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga
tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut.
Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh
Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat
yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga
hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang
menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu
dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala
tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.”
Pertanyaan Nabi (4):
“Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?”
Jawab Iblis:
“Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir
juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika
tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala.
Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku”
Pertanyaan Nabi (5):
“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?”
Jawab Iblis:
“Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang
sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang
manusia, pada setiap anggota badannya.
Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas
sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan
dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya,
hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya
senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain.
Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya
dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam
hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa
kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda
manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat
hukuman.”
Pertanyaan Nabi (6):
“Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?”
Jawab Iblis:
“Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.”
Pertanyaan Nabi (7):
“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”
Jawab Iblis:
“Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.”
Pertanyaan Nabi (8):
“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”
Jawab Iblis:
“Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku.
Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan
Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang
yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan
digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya
selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit
dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya
siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi
kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab
neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga
dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang
bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu
mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan
garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu
dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan
ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain
telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku
dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri
telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur
seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan
biasa.”
Pertanyaan Nabi (9):
“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”
Jawab Iblis:
“Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Tiada upayaku
melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka.
Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti
bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat
petunjuk.”
Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat
mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya
atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri
telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal
kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar.
Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan
anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.
Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena
dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika
aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena
sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah
mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh
menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai
membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.
Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya
senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu
orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena
taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya
karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan,
“Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau
kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti
pahala Usman mati syahid.”
Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan
gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya.
Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua
mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah
golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan
kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ –
dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau
sendiri berkata, “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.”
Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.”
Pertanyaan Nabi (10):
“Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?”
Jawab Iblis:
“Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang
menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada
manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya
seperti kata Jibril a.s, “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita
akhirat.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar,
syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan
kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan
harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu
masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku
hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang
kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat,
tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.
Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia
menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang
tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak
sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya
asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan
menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan
maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.”
Pertanyaan Nabi (11):
“Siapa yang serupa dengan engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.”
Pertanyaan Nabi (12):
“Siapa yang mencahayakan muka engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji.”
Pertanyaan Nabi (13):
“Apakah rahasia engkau kepada umatku?”
Jawab Iblis:
“Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa
pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya
tanpa dia sadari.”
Pertanyaan Nabi (14):
“Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?”
Jawab Iblis:
“Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa
pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan
bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan
benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada
pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena
kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa
membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka
makan, tiadalah merasa kenyang.”
Pertanyaan Nabi (15):
“Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?”
Jawab Iblis:
“Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah,
menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil
air wudhu’, maka padamlah marahnya.”
Pertanyaan Nabi (16):
“Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?”
Jawab Iblis:
Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau
bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan
diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.”
Pertanyaan Nabi (17):
“Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka
(mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan
dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib
dan isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat.”
Pertanyaan Nabi (18):
“Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak
diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat
tengah malam.”
Pertanyaan Nabi (19):
“Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya”
Pertanyaan Nabi (20):
“Apa lagi yang memecahkan mata engkau?”
Jawab Iblis:
“Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka,
membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah
bersabda,’Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’”
Jumat, 03 Agustus 2012
Niat dan Doa Buka Puasa Ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan. Selamat datang Ramadhan. Bulan suci penuh berkah
dan hikmah yang berlimpah, yang selalu dinanti-nantikan oleh umat muslim
dipenjuru dunia. Mari kita sambut Ramadhan dengan suka cita.
Doa Niat Puasa Ramadhan dan Doa Buka Puasa Ramadhan. Semoga bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Doa Niat dan Buka Puasa Ramadhan bisa terbantu dengan artikel ini. Insya Allah!
Doa Niat Puasa Ramadhan dan Doa Buka Puasa Ramadhan. Semoga bagi teman-teman yang membutuhkan informasi tentang Doa Niat dan Buka Puasa Ramadhan bisa terbantu dengan artikel ini. Insya Allah!
DOA NIAT PUASA RAMADHAN
Inilah Do'a Niat Puasa Ramadhan dengan arti dan lafadz dalam bahasa indonesia.
Arab:
نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ
Lafadz:
Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillaahi ta ‘aala.
Artinya :
Aku berniat puasa esok hari menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala
Arab:
نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانَ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ
Lafadz:
Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillaahi ta ‘aala.
Artinya :
Aku berniat puasa esok hari menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala
DOA BUKA PUASA RAMADHAN
Mungkin bagi anda yang lupa inilah Doa Buka Puasa Ramadhan.
Bahasa Arab
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Lafadz:
Allahumma laka sumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa Ar-hamarrohimiin.
Artinya:
"Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih"
Bahasa Arab
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Lafadz:
Allahumma laka sumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa Ar-hamarrohimiin.
Artinya:
"Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih"
10 Hikmah Puasa Ramadhan
1.
Bulan Ramadhan bulan melatih diri untuk disiplin waktu. Dalam tiga
puluh hari kita dilatih disiplin bagai tentara, waktu bangun kita
bangun, waktu makan kita makan, waktu menahan kita sholat, waktu berbuka
kita berbuka, waktu sholat tarawih, iktikaf, baca qur'an kita lakukan
sesuai waktunya. Bukankah itu disiplin waktu namanya? Ya kita dilatih
dengan sangat disiplin, kecuali orang tidak mau ikut latihan ini.
2. Bulan Ramadhan bulan yang menunjukkan pada manusia untuk seimbang
dalam hidup. Di bulan Ramadhan kita bersemangat untuk menambah
amal-amal ibadah,
dan amal-amal sunat. Artinya kita menahan diri atas satu pekerjaan yang monoton dan lalai beribadah kepadaNya. Orang yang lalai atas mengingat Allah, selalu asyik dengan pekerjaannya, sehingga waktu istirahat siang, sholat, dan makan sering terabaikan. Atau waktu yang seharusnya dipakai untuk beribadah kepada Allah dipakai untuk makan siang bersama kekasih. Sholat? tinggal. Di bulan Ramadhan kita diajarka hidup seimbang, antara pekerjaan, dan Ibadah. Pekerjaan untuk kepentingan dunia dan Ibadah untuk kepentingan Akhirat.
dan amal-amal sunat. Artinya kita menahan diri atas satu pekerjaan yang monoton dan lalai beribadah kepadaNya. Orang yang lalai atas mengingat Allah, selalu asyik dengan pekerjaannya, sehingga waktu istirahat siang, sholat, dan makan sering terabaikan. Atau waktu yang seharusnya dipakai untuk beribadah kepada Allah dipakai untuk makan siang bersama kekasih. Sholat? tinggal. Di bulan Ramadhan kita diajarka hidup seimbang, antara pekerjaan, dan Ibadah. Pekerjaan untuk kepentingan dunia dan Ibadah untuk kepentingan Akhirat.
3. Bulan Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan Manusia akan
pentingnya arti persaudaraan, dan silaturahmi. Di keluarga orang yang
tidak mengerti akan arti persaudaraan. Persaudaraan di keluarga tidak
begitu akrab, adik beradik bertengkar, Ibu dan Ayah kadang saling tidak
memperhatikan. Persaudaraan dari Gang Jalanan, banyak juga
perkelahiannya. Persaudaraan atas satu kelompok, satu bangsa, satu tanah
air, hanya selogan dan nama, kurang sekali mendapat makna. Dalam Islam
ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan
Ramadhan, Orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama
di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah
dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid. Semuanya didapat
gratis tanpa bayaran. Sesama muslim saling bersalaman, bercengkrama
saling menanyakan kabar. Sama-sama sholat tarawih tadarus dengan saling
mengajarkan Qur'an, dan banyak makanan sedekah di Masjid. Ya tentunya
Gratis. Persaudaraan sesama muslim sebenarnya punya pelajaran dan bab
khusus, ada ayat qur'an tentang persaudaraan, ada banyak hadits nabi,
tetapi jarang diperhatikan orang betapa pentingnya arti persaudaraan
itu. Tetapi dibulan Ramadha ia akan tampak dengan sendirinya.
4. Bulan Ramadhan mengajarkan agar peduli pada orang lain yang
lemah. Di bulan Ramadhan kita puasa, merasaka lapar dan dahaga,
mengingatkan kita betapa sedihnya nasib orang yang tidak berpunya, orang
terlantar, anak yatim yang tiada orang tuanya, fakir miskin yang hidup
di tempat yang tidak layak. Apakah kita tidak merasa prihatin? Sehingga
kita peduli untuk membantu saudara-saudara kita yang kelaparan. Baik
karena kondisi ekonomi, atau disebabkan bencana Alam. Allah menyindir
orang yang tidak peduli pada nasib orang lain yang miskin sebagai
pendusta Agama. Juga Allah mengataka orang yang tidak peduli dengan
nasib fakir miskin dan anak yatim sebagai orang yang tidak mempergunakan
potensi pancaindranya untuk melihat keadaan sekelilingnya. Orang yang
tidak peduli dengan orang lain juga disebut sebagai orang yang salah
menilai atau memandang kehidupan.
5. Bulan Ramadhan mengajarkan akan adanya tujuan setiap perbuatan
dalam kehidupan. Di bulan puasa kita diharuskan sungguh-sungguh dalam
beribadah, menetapkan niat yang juga berisi tujuan kenapa dilakukannya
puasa. Tuajuan puasa adalah untuk melatih diri kita agar dapat
menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau
tujuan tercapai maka puasa berhasil. Tapi jika tujuannya gagal maka
puasa tidak ada arti apa-apa. Jadi kita terbiasa berorientasi kepada
tujuan dalam melakukan segala macam amal ibadah.
6. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita hidup ini harus selalu
mempunyai nilai ibadah. Setiap langkah kaki menuju masjid ibadah,
menolong orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada
saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampai tidurnya orang
puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah. Sehingga
kita terbiasa hidup dalam ibadah. Artinya semua dapat bernilai ibadah.
7. Bulan Ramadhan melatih diri kita untuk selalu berhati-hati dalam
setiap perbuatan, terutama yang mengandung dosa. Dibulan Ramadhan kita
berpuasa. Kita menahan Lapar dan dahaga. Bukan itu saja. Tetapi juga
menahan segala yang dapat membatalkan puasa, juga segala yang dapat
merusak puasa. Terutama hal-hal yang dapat menimbulkan dosa. Sehingga di
dalam bulan Ramadhan kita dapat terbiasa dan terlatih untuk menghindari
dosa-dosa kita agar kita senantiasa bersih dari perbuatan yang dapat
menimbulkan dosa. Latihan ini menimbulkan kemajuan positif bagi kita
jika diluar bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang
dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, berkata kotor, berbohong,
memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.
8. Bulan Ramadhan melatih kita untuk selalu tabah dalam berbagai
halangan dan rintangan. Dalam Puasa di bulan Ramadhan kita dibiasakan
menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya marah-marah, berburuk
sangka, dan dianjurkan sifat Sabar atas segala perbuatan orang lain
kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin
meruncing pada Fitnah, tetapi kita tetap Sabar karena kita dalam keadaan
Puasa. Dengan Sabar hasutan Syeitan untuk memperuncing konflik menjadi
gagal. Kitalah pemenangnya dari godaan Syeitan tersebut. Masalah orang
menggunjing, memfitnah, biarlah itu jadi dosa-dosanya, janganlah kita
ikut berdosa dengan dosa orang lain.
9. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita akan arti hidup hemat dan
sederhana. Setiap hari kita membeli kue dan minuman untuk berbuka puasa.
Dari sekian banya kue dan minuman yang kita beli. Hanya minuman segelas
teh buatan kita sendiri yang diminum. Yang lain banyak tertinggal dan
sebagian terbuang keesokan harinya. Hal ini menyadarkan kita, bahwa apa
yang kita beli banyak-banyak sebelum berbuka, hanyalah hawa nafsu saja.
Kebutuhan kita hanyalah segelas teh manis! Mengapa kita harus membeli
banyak-banyak minuman dan kue-kue yang akhirnya tidak kita makan? Hal
ini menyadarkan kita betapa kita harus hemat, membeli sekedar yang
dibutuhkan. Kelebihan uang yang kita punyai mungkin dapat kita
sedekahkan bagi yang lebih membutuhkan.
10. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita akan pentingnya rasa syukur
kita, atas nikmat-nikmat yang diberikan pada kita. Rasa syukur kita
akan adanya nikmat makanan yang telah kita punyai terasa ketika kita
puasa. Kita merasakan lapar, tetapi kita masih mempunyai makanan.
Bagaimana dengan orang yang merasakan lapar tetapi bukan karena ia juga
puasa, tetapi karena memang tidak punya makanan? Kita sakit, kita dapat
makan obat ketika buka, tetapi bagaimana dengan orang yang tidak punya
obat, ketika ia sakit? Kita enak, ketika kita puasa merasa lapar dan
haus, kita lengahkan dengan menonton televisi atau hal-hal lain seperti
internet. Bagaimana dengan orang ketika ia lapa dan haus mereka
lengahkan lapar dan hausnya dengan bekerja memenuhi tuntutan majikannya?
Bukan karena memang tidak punya televisi atau internet, tetapi karena
tuntutan hidup, yang mengharuskan ia bekerja untuk makan hari ini dan
hari ketika ia tidak bekerja. Tidakkah harusnya kita bersyukur terhadap
nikmat yang telah diberikan pada kita?
10 Hal yang membatalkan puasa
1. MENYENTUH-NYENTUH DENGAN SENGAJA
BAGIAN PAYUDARA SEBELAH KIRI DARI
PACAR KITA.
sedangkan jika menyentuh bagian payudara
sebelah kanan, maka adalah dapat membatalkan
puasa juga. sedangkan jika menyentuh kedua
bagian tersebut secara bersamaan, maka dosanya
menjadi double.
2. TIDUR SIANG DIATAS BADAN ORANG LAIN
YANG BUKAN MUHRIMNYA.
sedangkan jika tidur siang dibawah badan orang
lain yang bukan muhrimnya, maka puasa kita
tidak batal, tetapi orang lain yang bukan
muhrimnya tersebut puasanya menjadi batal.
tetapi, jika kita turut merasa enjoy, maka puasa
kita batal juga.
3. MELOMPAT-LOMPAT DI SAAT
MENYAKSIKAN FILM PORNO.
sedangkan jika kita tidak melompat-lompat disaat
menyaksikan film porno, maka puasa kita tetap
batal. hanya saja, orang yang melompat-lompat
berarti lebih batal.. karena berarti gembira disaat
nonton film porno.
4. MELUDAH.
meludah adalah batal jika air ludah tersebut
mengenai alat kelamin lawan jenis kita. jika air
ludah tersebut tidak mengenai alat kelamin lawan
jenis, dan diulang terus hingga alat kelamin lawan
jenis tersebut akhirnya terkena air ludah dan
kemudian menjadi basah, maka puasa kita tetap
batal.
5. BERLARI SEKUAT TENAGA.
berlari sekuat tenaga menuju rumah pelacuran
adalah dapat membatalkan puasa. sedangkan
berlari sekuat tenaga tetapi tidak menuju ke
tempat pelacuran, tetapi akhirnya kemudian
tersasar menuju ke tempat pelacuran dan lalu
berhubungan intim dengan salah seorang pelacur,
maka puasa orang tersebut menjadi batal.
sedangkan orang yang berlari sekuat tenaga lalu
terpeleset dan terjatuh diatas pelacur yang tidak
mengenakan selembar kain apapun, dan lalu orang
tersebut juga sudah telanjang, maka puasanya
juga menjadi batal.
6. BERTERIAK-TERIAK WAKTU SIANG HARI.
berteriak-teriak waktu siang hari disaat
berhubungan intim dengan lawan jenis adalah
dapat membatalkan puasa. sedangkan orang yang
mendengar teriakan orang yang berhubungan intim
waktu siang hari, lalu orang tersebut mengintip
aktifitas tersebut dan merasa enjoy, maka puasa
orang tersebut juga menjadi batal.
7. MELEMPAR UANG LOGAM.
melempar uang logam sehingga mengenai
payudara seorang gadis dan lalu kita mengusap-
usap payudara tersebut selama 2 jam karena
kasihan terhadap gadis tersebut adalah dapat
membatalkan puasa. sedangkan jika uang logam
tersebut mengenai payudara seorang gadis dan
lalu gadis tersebut meminta kita untuk
mengulanginya (sehingga kita menjadi letih dan
haus), dan lalu kita minum teh botol bersama
gadis tersebut dan lalu gadis tersebut mengajak
kita untuk berhubungan intim dan kita
menyetujuinya, maka puasa kita menjadi batal.
8. MEMPERBAIKI KOMPUTER YANG RUSAK.
memperbaiki komputer yang rusak di rumah
seorang gadis seksi dan kemudian gadis seksi
tersebut menggoda kita untuk berhubungan intim
dan kemudian kita tergoda dan akhirnya kita tidak
jadi memperbaiki komputer tetapi malah
berhubungan intim, maka puasa kita menjadi
batal. sedangkan jika kita hendak memperbaiki
komputer yang rusak di rumah seorang gadis
seksi, tetapi ternyata gadis seksi tersebut tidak
memiliki komputer tetapi akhirnya kita
memperkosa gadis seksi tersebut, maka puasa
kita juga menjadi batal.
9. MEMBACA BUKU PELAJARAN.
membaca buku pelajaran tetapi di dalam buku
pelajaran tersebut terdapat buku stensil "enny
arrow" adalah dapat membatalkan puasa.
sedangkan jika di dalam buku pelajaran tersebut
tidak terdapat buku stensil "enny arrow", tetapi
kita lalu meminjam buku stensil "enny arrow"
kepada seorang pelacur dan lalu pelacur tersebut
mengajak kita berhubungan intim dan kita
menyetujuinya, maka puasa kita juga menjadi
batal.
10. DUDUK.
duduk sambil makan nasi padang adalah dapat
membatalkan puasa. sedangkan duduk sambil
menggoda ibu penjual nasi padang, lalu
berselingkuh dengan ibu tersebut, juga
membatalkan puasa.
BAGIAN PAYUDARA SEBELAH KIRI DARI
PACAR KITA.
sedangkan jika menyentuh bagian payudara
sebelah kanan, maka adalah dapat membatalkan
puasa juga. sedangkan jika menyentuh kedua
bagian tersebut secara bersamaan, maka dosanya
menjadi double.
2. TIDUR SIANG DIATAS BADAN ORANG LAIN
YANG BUKAN MUHRIMNYA.
sedangkan jika tidur siang dibawah badan orang
lain yang bukan muhrimnya, maka puasa kita
tidak batal, tetapi orang lain yang bukan
muhrimnya tersebut puasanya menjadi batal.
tetapi, jika kita turut merasa enjoy, maka puasa
kita batal juga.
3. MELOMPAT-LOMPAT DI SAAT
MENYAKSIKAN FILM PORNO.
sedangkan jika kita tidak melompat-lompat disaat
menyaksikan film porno, maka puasa kita tetap
batal. hanya saja, orang yang melompat-lompat
berarti lebih batal.. karena berarti gembira disaat
nonton film porno.
4. MELUDAH.
meludah adalah batal jika air ludah tersebut
mengenai alat kelamin lawan jenis kita. jika air
ludah tersebut tidak mengenai alat kelamin lawan
jenis, dan diulang terus hingga alat kelamin lawan
jenis tersebut akhirnya terkena air ludah dan
kemudian menjadi basah, maka puasa kita tetap
batal.
5. BERLARI SEKUAT TENAGA.
berlari sekuat tenaga menuju rumah pelacuran
adalah dapat membatalkan puasa. sedangkan
berlari sekuat tenaga tetapi tidak menuju ke
tempat pelacuran, tetapi akhirnya kemudian
tersasar menuju ke tempat pelacuran dan lalu
berhubungan intim dengan salah seorang pelacur,
maka puasa orang tersebut menjadi batal.
sedangkan orang yang berlari sekuat tenaga lalu
terpeleset dan terjatuh diatas pelacur yang tidak
mengenakan selembar kain apapun, dan lalu orang
tersebut juga sudah telanjang, maka puasanya
juga menjadi batal.
6. BERTERIAK-TERIAK WAKTU SIANG HARI.
berteriak-teriak waktu siang hari disaat
berhubungan intim dengan lawan jenis adalah
dapat membatalkan puasa. sedangkan orang yang
mendengar teriakan orang yang berhubungan intim
waktu siang hari, lalu orang tersebut mengintip
aktifitas tersebut dan merasa enjoy, maka puasa
orang tersebut juga menjadi batal.
7. MELEMPAR UANG LOGAM.
melempar uang logam sehingga mengenai
payudara seorang gadis dan lalu kita mengusap-
usap payudara tersebut selama 2 jam karena
kasihan terhadap gadis tersebut adalah dapat
membatalkan puasa. sedangkan jika uang logam
tersebut mengenai payudara seorang gadis dan
lalu gadis tersebut meminta kita untuk
mengulanginya (sehingga kita menjadi letih dan
haus), dan lalu kita minum teh botol bersama
gadis tersebut dan lalu gadis tersebut mengajak
kita untuk berhubungan intim dan kita
menyetujuinya, maka puasa kita menjadi batal.
8. MEMPERBAIKI KOMPUTER YANG RUSAK.
memperbaiki komputer yang rusak di rumah
seorang gadis seksi dan kemudian gadis seksi
tersebut menggoda kita untuk berhubungan intim
dan kemudian kita tergoda dan akhirnya kita tidak
jadi memperbaiki komputer tetapi malah
berhubungan intim, maka puasa kita menjadi
batal. sedangkan jika kita hendak memperbaiki
komputer yang rusak di rumah seorang gadis
seksi, tetapi ternyata gadis seksi tersebut tidak
memiliki komputer tetapi akhirnya kita
memperkosa gadis seksi tersebut, maka puasa
kita juga menjadi batal.
9. MEMBACA BUKU PELAJARAN.
membaca buku pelajaran tetapi di dalam buku
pelajaran tersebut terdapat buku stensil "enny
arrow" adalah dapat membatalkan puasa.
sedangkan jika di dalam buku pelajaran tersebut
tidak terdapat buku stensil "enny arrow", tetapi
kita lalu meminjam buku stensil "enny arrow"
kepada seorang pelacur dan lalu pelacur tersebut
mengajak kita berhubungan intim dan kita
menyetujuinya, maka puasa kita juga menjadi
batal.
10. DUDUK.
duduk sambil makan nasi padang adalah dapat
membatalkan puasa. sedangkan duduk sambil
menggoda ibu penjual nasi padang, lalu
berselingkuh dengan ibu tersebut, juga
membatalkan puasa.
4 Hal Membatalkan Puasa yang Boleh Dilakukan
Eits, jangan marah-marah dulu setelah baca judul di atas. Marah-marah bisa buat pahala puasa berkurang lho, maka dari itu mending santai aja. Daripada puasanya bengong-bengong mendi baca tulisan ini. Empat hal di bawah ini pada awalnya memang membatalkan puasa, tetapi bisa berstatus boleh jika dilakukan seperti ini :
1. Makan
Makan yang boleh dilakukan dan tidak
membatalkan puasa adalah, makan angin. Hehe. Makan angin tidak
menyebabkan puasa kita batal, karena yang menyebabkan puasa kita batal
adalah makan makanan atau minum minuman. Makan yang juga enggak boleh
dilakukan adalah makan hati dan makan temen. Masak lagi puasa terus jadi
galau dan makan hati, tetep harus semangat walaupun lapar haus melanda.
Makan temen, kalo ini dilakukan bisa berabe puasanya, bisa berantem
sama temen sendiri. Lebih baik dihindari.
2. Bersenggama
Persenggamaan yang dimaksud
seperti, senggama antara 10 jari dan keyboard untuk nulis di kompasiana,
bikin tulisan yang bukan Cuma menarik tapi juga bermanfaat untuk para
pembaca. Persenggamaan seperti itu bukan Cuma boleh, justru kita
didorong untuk menulis sesuatu yang bermanfaat buat orang lain. Atau
contoh lain, senggama antara jari-jari dan tuts-tuts keyboard atau
menjelang buka puasa, yang lebih dikenal dengan istilah ngabuburit. Selain
bisa melatih kemampuan, bisa juga menghibur saudara, tetangga dan seisi
orang rumah. Menghibur sesama orang puasa bukan Cuma baik, tetapi juga
bernilai ibadah.
3. Muntah dengan Sengaja
Yang boleh dimuntahkan
dengan sengaja adalah uang. Misalnya memuntahkan uang ke dalam
kotak-kotak amal yang berjalan di masjid-masjid. Memuntahkan uang ke
dalam kotak amal bukan hanya melatih kita untuk berbagi, walaupun
sedikit. Tapi juga melatih kita bersyukur dengan rezeki yang kita dapat.
Selain itu yang boleh
dimuntahkan adalah senyum, senyum kepada sesama. Tapi jangan juga
kelamaan nyengir, nanti gigi kering dan bau mulut ke mana-mana. Bukannya
bikin orang senang, malah bikin orang susah karena pingsan sehabis cium
bau mulut.
4. Keluar Money dengan Sengaja
Ini mirip seperti nomor tiga, saudara kembar malah. Mengeluarkan money
dengan sengaja tidak akan membatalkan puasa, kecuali untuk beli narkoba
atau beli hal-hal yang enggak baik. Selama mengeluarkan money
untuk beli makanan berbuka, itu boleh-boleh aja. Yang enggak boleh,
ngutang terus enggak bayar-bayar. Dijamin gak ada yang mau transaksi
lagi. Mengeluarkan money dengan sengaja untuk santunan anak
yatim amat disarankan, atau mengeluarkan money untuk saudara kita yang
membutuhkan. Itu lebih bagus lagi.
Langganan:
Komentar (Atom)








