Holy shit I haven’t seen an action movie this good in years! I felt that way only 30 minutes in, but after the full 100 minutes, I still felt the same and had to exclaim that here, right upfront, because it deserves that much praise – Alex Billington
Mungkin sudah pada tau kan ya tentang film ini. Film The Raid atau untuk konsumsi lokal berjudul Serbuan Maut ini cukup menyita perhatian dunia film, tidak hanya dalam negeri tapi juga internasional. Film ini di sutradarai oleh Gareth Evans yang sebelumnya melahirkan film Merantau, film yang mengangkat seni beladiri pencak silat ke dalam layar lebar.
Awalnya Gareth Evans cs menggarap film Berandal sebagai project kedua mereka setelah Merantau, tapi meraka menunda project tersebut dan malah berkonsentrasi ke film The Raid (Serbuan Maut). Rencananya film ini dijadikan prekuel untuk film Berandal nantinya.
Film The Raid ini kembali dibintangi oleh Iko Uwais yang dulu bersinar di Merantau. Yayan Ruhiyan juga kembali ikut ambil bagian di sini. Tidak hanya itu, mereka berdua juga bertindak sebagai koreografer bersama Gareth Evans sendiri. Film ini berbeda dengan Merantau, katanya bakal lebih hitam brutal. Semacam action thriller dengan kombinasi adegan-adegan seperti pada film “Die Hard” dengan “Assault On Precinct 13”
Matt Flannery kembali bertindak sebagai Director of Photography sama seperti film Merantau, jadi mudah-mudahan gambar yang dihasilkan juga bagus, tidak seperti kebanyakan film-film Indonesia yang lain yang kualitas gambarnya masih sama seperti sinetron.
Berikut trailer & sinopsisnya:
Sekelompok tim SWAT yang tiba di sebuah blok apartemen kumuh dengan misi menangkap pemiliknya – seorang raja bandar narkotik bernama Tama. Blok ini tidak pernah digerebek atau pun tersentuh oleh Polisi sebelumnya. Sebagai tempat yang tidak dijangkau oleh pihak berwajib, gedung tersebut menjadi tempat berlindung para pembunuh, anggota geng, pemerkosa, dan pencuri yang mencari tempat tinggal aman. Mulai bertindak di pagi buta, kelompok SWAT diam-diam merambah ke dalam gedung dan mengendalikan setiap lantai yang mereka naiki dengan mantap. Tetapi ketika mereka terlihat oleh pengintai, penyerangan mereka terbongkar. Dari penthouse suite-nya, Tama memerintahkan untuk mengunci gedung apartemen dengan memadamkan lampu dan menutup semua jalan keluar. Terjebak di lantai 6 tanpa komunikasi dan diserang oleh penghuni apartemen yang diperintahkan oleh Tama, tim SWAT harus berjuang melewati setiap lantai dan setiap ruangan untuk menyelesaikan misi mereka dan bertahan hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar